Dua petinggi militer Asad tewas di provinsi Daraa

DARAA (Arrahmah.com) – Dua petinggi militer rezim Nushairiyah Suriah pimpinan Bashar Asad telah tewas dalam serangan di kota Nawa, provinsi Dara, menurut pernyataan aktivis pro-rezim pada Sabtu (22/2/2020).

Serangkaian serangan cepat telah dilakukan oleh kelompok-kelompok oposisi terhadap tentara rezim dan militan Syiah sekutunya, di wilayah yang relatif tenang.

Pejuang oposisi Suriah termasuk dari faksi Jihadi, telah menewaskan lebih dari 135.000 pasukan pro-rezim sejak konflik bersenjata meletus hampir sembilan tahun lalu, lansir Zaman Alwasl.

Konflik di Suriah juga telah menewaskan lebih dari 560.000 orang dan membuat 6,5 juta lainnya menjadi pengungsi, menurut angka yang dikeluarkan PBB. (haninmazaya/arrahmah.com)

TIP menyeru pejuangnya untuk memobilisasi pasukan di Idlib selatan

IDLIB (Arrahmah.com) – Partai Islam Turkestan (TIP) telah mengeluarkan seruan untuk mobilisasi pasukan mereka di wilayah Jabal Al-Zawiya di Idlib, ujar seorang sumber kepada Sputnik, Ahad (23/2/2020).

Sumber menegaskan bahwa “masalah ini diterjemahkan di lapangan dengan mengorganisir militan, mengangkut pengiriman senjata, amunisi, dan kendaraan militer dalam segala jenis ke arah garis pertahanan di desa-desa dan kota-kota Jabal Al-Zawiya, serta memperkuat front di sekitar Jisr Al-Shughour.”

Mereka menambahkan bahwa “jumlah militan Cina di wilayah Jisr Al-Shughour dan pedesaan timur laut Latakia adalah sekitar 4.000 orang, bersama dengan militan lain dari Chechnya dan kebangsaan Turki.”

Partai Islam Turkestan telah terbukti menjadi salah satu kelompok jihad paling kuat di Suriah, karena pasukan mereka berkali-kali menangkis serangan pasukan rezim Nushairiyah di kota kunci Kabani di timur laut Latakia. (haninmazaya/arrahmah.com)

Turki klaim 21 target rezim Asad telah dihancurkan

IDLIB (Arrahmah.com) – Kementerian Pertahanan Turki mengatakan bahwa salah satu tentaranya tewas pada Sabtu (22/2/2020) setelah peluru artileri pasukan rezim Asad mengenai posisi mereka, menambahkan bahwa mereka menanggapi serangan tersebut dengan membombardir posisi pasukan rezim Asad, yang mengakibatkan hancurnya 21 sasaran.

Pernyataan yang dikeluarkan oleh Kementerian Pertahanan Turki menyatakan bahwa “sebagai akibat dari pemboman oleh pasukan rezim Suriah, seorang prajurit Turki terluka, dan sayangnya ia meninggal dunia ketika dibawa ke rumah sakit.”

“Tanggapan terhadap serangan itu adalah dengan tembakan artileri dan menargetkan 21 posisi rezim Suriah,” menurut Anatolia (23/2).

Pihak berwenang provinsi Gaziantep, Turki, telah mengumumkan sebelumnya mengenai tewasnya seorang prajurit Turki di provinsi Idlib Suriah, setelah pemboman pasukan rezim Asad di provinsi tersebut.

Rezim Asad menuduh Turki pada Jumat (21/2), telah melebih-lebihkan informasi tentang korban di kalangan pasukan Asad dan penghancuran peralatan tempur mereka. (haninmazaya/arrahmah.com)

Konvoy militer Turki diserang di Idlib, beberapa tentara terluka

IDLIB (Arrahmah.com) – Beberapa tentara Turki terluka pada Ahad (23/2/2020) di provinsi Idlib, Suriah setelah pasukan rezim menargetkan konvoy militer Turki dengan artileri berat, mendorongnya untuk mundur ke utara, kelompok pemantau perang Suriah melaporkan.

Turki telah mengirim ribuan tentara ke Idlib dalam beberapa minggu terakhir setelah kampanye Bashar Asad untuk merebut kubu terakhir pejuang Suriah, mendorong hampir satu juta warga Suriah melarikan diri ke perbatasan Turki.

Sejauh ini 17 tentara Turki telah terbunuh sejak bala bantuan mulai memasuki Suriah utara awal bulan ini, meningkatkan prospek konflik yang lebih luas, lansir Zaman Alwasl.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) engatakan konvoy militer Turki yang terdiri dari sekitar 65 kendaraan memasuki Suriah utara pada Ahad (23/2) dan menuju ke wilayah selatan Idlib, Jabal Zawiya sebelum didorong kembali oleh penembakan dan serangan udara Rusia.

SOHR mengatakan sekitar 2.765 kendaraan militer Turki dan 7.600 tentara Turki telah dikerahkan di Suriah utara sejak 2 Februari.

Sebelumnya, satu tentara Turki tewas pada Sabtu dalam serangan oleh pasukan rezim di Idlib, kata kementerian pertahanan Turki.

Militer Turki melakukan pembalasan dan mengklaim telah menghancurkan 21 target rezim Asad. (haninmazaya/arrahmah.com)

Hamri Muin Resmi Jabat Ketua Umum PP LIDMI Periode 2020-2022

MAKASSAR(Jurnalislam.com) – Muktamar III Pimpinan Pusat Lingkar Dakwah Mahasiswa Indonesia (Muktamar III PP LIDMI) resmi ditutup dengan agenda pemilihan ketua umum yang bertempat di Gedung PPSDM Sulawesi Selatan, Jum’at-Ahad (21-23/02/2020).

Melalui pengusulan bakal calon ketua dari peserta Muktamar yang menghasilkan 10 nama, kemudian Tim Formatur mengadakan musyawarah terbatas dan memutuskan Hamri Muin, ST sebagai ketua umum PP LIDMI Periode 2020-2022 M. Ia menyampaikan bahwa kampus adalah aset melahirkan orang-orang besar.

“Kita melihat dakwah kampus adalah merupakan aset untuk melahirkan orang-orang besar di masa yang akan datang. Kapan pemikiran Islam tidak digalakkan di kampus-kampus Islam, maka pemikiran-pemikiran liberal, sekuler, syiah yang akan menguasai kampus,” ujarnya.

Ketua Tim Formatur Ustadz Abdul Qadir mengatakan bahwa dengan berbagai pertimbangan dan musyawarah begitulah cara kita memilih pemimpin.

“Sesungguhnya ketika kita memilih pemimpin, maka kita bertanggung jawab atas orang yg menjadi pilihan kita selama satu kepengurusan,” ungkapnya.

Dalam sambutannya, Hamri Muin mengungkapkan banyaknya tantangan yang dihadapi oleh kita hari ini.

“Tantangan bagi seorang aktivis dakwah adalah cinta dengan dunia, jangan sampai kita termasuk bagian dari itu. Mari terus berjuang dalam gerakan dakwah kampus kedepan. Serta memperkuat konsolidasi dan ukhuwah perjuangan kita kedepan,” tegasnya.

Mahasiswa Program Pascasarjana Universitas Hasanuddin ini pun menambahkan bahwa amanah itu sangat berat dan perjuangan kita kedepan masih sangat panjang.

“Amanah memang berat, mari kita bersama-sama, karena dakwah adalah jalan kita yang tiada hentinya. Perjuangan kita masih panjang, olehnya itu mari kita saling menguatkan ukhuwah dalam perjuangan ini. Jangan pernah menyia-nyiakan amanah yang Allah berikan kepada kita,” pungkasnya.M akbar

(Infokom PP LIDMI)

Al Qaeda konfirmasi kematian amir AQAP

YAMAN (Arrahmah.com) – Al Qaeda telah mengonfirmasi kematian Qassim Al-Raymi, amir Al Qaeda semenanjung Arab (AQAP), lansir Al Jazeera pada Ahad (23/2/2020).

AS mengumumkan pada awal bulan ini bahwa mereka telah membunuh Al-Raymi dalam operasi di Yaman.

Amerika Serikat menganggap AQAP sebagai salah satu cabang paling mematikan dari jaringan Al Qaeda di seluruh dunia.

Kelompok Intelijen SITE, yang memantau jaringan kelompok bersenjata di seluruh dunia, mengatakan pada Ahad (23/2) bahwa laporan dibuat mengutip pidato audio yang disampaikan oleh pejabat AQAP, Hamid bin Hamoud Al-Tamimi.

Dalam pesan tersebut, Al-Tamimi juga mengatakan bahwa Khalid bin Umar Batarfi diangkat menjadi pemimpin baru AQAP.

Umar Batarfi telah muncul di banyak video AQAP selama beberapa tahun terakhir dan tampaknya merupakan wakil Al-Raymi, dan juru bicara kelompok itu. (haninmazaya/arrahmah.com)

Menolak Miskin ala Menko PMK Muhadjir Effendy

Menolak Miskin ala Menko PMK Muhadjir Effendy

Menolak Miskin ala Menko PMK Muhadjir Effendy

Alkisah, seorang Sahabat Nabi bernama Abdurrahman bin Auf hatinya sedang ambyar. Pasalnya, ia sayup-sayup mendengar Kanjeng Nabi bersabda bilamana Abdurrahaman bin Auf akan masuk surga terakhir, karena kelewat kaya. Beberapa riwayat lain mengatakan Abdurrahman bin Auf masuk surga dengan merangkak. Alasannya juga masih serupa: dia kelewat kaya. Orang miskin, dengan demikian, adalah golongan yang paling cepat masuk surga, karena malaikat tidak punya alasan untuk mengaudit lebih jauh kekayaan si miskin selama di dunia.

Siapapun pasti tahu bahwa yang namanya Abdurrahman bin Auf itu kekayaannya bukan main. Saking kayanya, seorang istri Nabi, Siti Aisyah, pernah memberi kesaksian jika kafilah Abdurrahman bin Auf melintas, dapat dipastikan gemuruhnya tak pernah putus. Malahan, Abdurrahman bin Auf dikabarkan pernah memborong dagangan dari kota Syam dan dibawa pulang ke Madinah dengan jumlah yang tidak sedikit. Selain itu setiap perjalanan pulang, sedikitnya 700 kontainer (baca: unta) selalu menyertai kafilah dagangnya.

Singkatnya, Abdurrahman bin Auf lalu bertekad untuk menjadi miskin. Kebetulan, pasca perang Tabuk, kurma-kurma di Madinah mengalami gagal panen. Harganya pun anjlok, karena kurma-kurma di Madinah menjadi busuk.

Menyadari adanya peluang untuk jatuh miskin, Abdurrahman bin Auf bergegas membeli semua kebun kurma yang menjadi busuk itu, dengan harga yang setara dengan kurma normal.

Tidak ada yang dirugikan dalam perkara ini. Ibarat gayung bersambut, kedua pihak sama-sama riang gembira. Bagi pihak sahabat yang kebun kurmanya dibeli oleh Abdurrahman bin Auf, mereka tidak jadi rugi, malahan kalau dihitung-hitung untung besar. Sebaliknya, tekad Abdurrahman bin Auf  untuk menjadi miskin pun akhirnya terwujud.

Namun, semesta memang punya aturan mainnya sendiri. Atas kuasa Allah, di belahan bumi lain, tepatnya di negeri Yaman, sedang dilanda sebuah wabah penyakit menular. Raja Yaman pun kepalang pusing memikirkan nasib rakyatnya.

Seorang tabib (dokter) lalu menyarankan kepada si Raja bahwa wabah ini sebetulnya masih bisa diatasi. Namun, itu juga tidak mudah. Sebabnya, obat untuk mengatasi wabah tersebut adalah dengan kurma busuk!!!

Dan, ya, kurma busuk itulah yang terdapat di Madinah.

Ringkasnya, Abdurrahman bin Auf pun gagal miskin. Lha gimana, kurma-kurma busuk yang bahkan telah dibeli sampai kebun-kebunnya itu justru dibeli lagi oleh Raja Yaman dengan harga yang tidak biasa: sepuluh kali lipat!!!

Kisah ini cukup masyhur di tradisi Pesantren. Pesan moralnya adalah menjadi miskin atau menjadi kaya itu tidak ada hubungannya dengan, misalnya, kesetaraan status sosial dalam pernikahan: miskin dengan miskin, atau sebaliknya.

Maka, sewaktu Menko PMK Muhadjir Effendy memberi saran kepada Menag Fachrul Razi agar Kementrian Agama mengeluarkan fatwa “pernikahan silang”, kepala saya jadi pusing. Tidak saja karena Kementrian Agama memang bukan merupakan lembaga yang punya  otoritas untuk memberi fatwa, tetapi juga kalau dipikir-pikir “fatwa” itu kan diksi a la umat Islam. Tidakah terlintas dalam benak Pak Muhadjir kalau Pak Fachrul Razi sendiri pernah bilang jika dirinya itu Menteri ((((semua)))) Agama?

Awalnya, dibayangkan oleh Pak Muhadjir jika orang  kaya menikahi orang miskin, dan begitu sebaliknya, masalah kemiskinan akan teratasi. Orang miskin, dengan begitu, adalah dipandang sebagai sebuah aib d/a beban negara yang harus segera diamputasi.

Padahal, kalau dipikir-pikir lagi orang miskin itu bukan beban negara, tetapi “negara” yang justru seringkali membebani orang miskin. Perlakuan semena-mena terhadap mereka yang lemah, kemudian warga miskin yang seringkali terancam penggusuran ketika terbentur kepentingan pembangunan (yang katanya) untuk hajatan nasional merupakan sederet daftar hitam betapa “negara” sebetulnya turut berkontribusi atas terciptanya kelas miskin baru.

Jadi begini. Mari pertama-tama kita bersepakat kalau orang miskin itu banyak jumlahnya. Rata-rata mereka tinggal di pedesaan. Sawah, kebun, atau ladang merupakan tulang punggung mata-pencaharian mereka.

Sayang, itu semua kini tinggal kenangan. Pun terdapat beberapa, hasilnya tak bisa diandalkan. Malahan, sebagian sudah beralih fungsi. Beberapa telah disulap menjadi jalan, industri, hingga bandara. Ini persis seperti kata Nasida Ria kalau “penduduk makin banyak, sawah ladang menyempit. Mencari nafkah semakin sulit.”

Lebih jauh, tenaga manusia banyak diganti mesin // Pengangguran merajalela // Sawah ditanami gedung dan gudang // Hutan ditebang jadi pemukiman // Langit suram udara panas akibat pencemaran //

Tapi, tak apa, soalnya Pak Muhadjir belakangan mengklarifikasi bahwa pernyataan untuk memintakan fatwa agar orang kaya menikahi orang miskin atau sebaliknya itu hanya intermeso. Plus, kalau kita mau berpikir secara dingin, Pak Muhadjir ini sebetulnya ingin menawarkan satu terobosan yang cukup solutif untuk mengatasi masalah kemiskinan.

Ya, di tengah kekalutan dan lestarinya kearifan lokal berupa, sebut saja, “pesugihan” untuk meraup kekayaan secara instan, Pak Muhadjir ternyata diam-diam punya cara mudah untuk hijrah dari kemiskinan tanpa harus menanggalkan prinsip-prinsip dasar tauhid, yaitu dengan “kawin silang”.

Ah, andai saja Pak Muhadjir menyadari betapa kerasnya hidup di sebuah peradaban yang kalau kata Abah Lala “randedet ra nde yang” (gak punya uang, gak punya pasangan) ini, pastilah dia akan lebih bijak dalam memaknai sebuah relationship sepasang kekasih dari sekadar urusan menjadi proletar atau borjuis semata.

Tafsir Surat Al-Kahfi Ayat 57: Tidak Mau Menerima Kebenaran Adalah Hakikat Kezaliman

Tafsir Surat Al-Kahfi Ayat 57: Tidak Mau Menerima Kebenaran Adalah Hakikat Kezaliman

Tafsir Surat Al-Kahfi Ayat 57: Tidak Mau Menerima Kebenaran Adalah Hakikat Kezaliman

Pada ayat sebelumnya, ayat 56, Allah mengingatkan bahwa orang-orang musyrik dan orang yang tidak beriman pada Allah pada masa dulu itu selalu mendebat para rasul dengan tujuan menjatuhkan, mengolok-olok peringatan para rasul, dan enggan menerima kebenaran. Inilah hakikat kezaliman yang diperbuat oleh mereka. Pada hakikatnya mereka sedang menzalimi diri mereka sendiri. Allah SWT berfirman:

وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ ذُكِّرَ بِآياتِ رَبِّهِ فَأَعْرَضَ عَنْها وَنَسِيَ مَا قَدَّمَتْ يَداهُ إِنَّا جَعَلْنا عَلى قُلُوبِهِمْ أَكِنَّةً أَنْ يَفْقَهُوهُ وَفِي آذانِهِمْ وَقْراً وَإِنْ تَدْعُهُمْ إِلَى الْهُدى فَلَنْ يَهْتَدُوا إِذاً أَبَداً

Wa man azhlamu mimman dzukkrio bi ayati robbihi fa a‘rodho ‘anha wa nasiya ma qoddamat yadah. Inna ja‘alna ‘ala qulubihim akinnatan ay yafqohuhu wa fi adzanihim waqro. Wa in tad‘uhum ilal huda falay yahtadu idzan abada 

Artinya:

“Tidak ada lebih zalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya lalu dia mengabaikannya, bahkan melupakan apa yang telah dikerjakan oleh kedua tangannya! Kami itu benar-benar telah meletakkan tutupan di atas hati mereka, (sehingga mereka tidak) memahaminya, dan (Kami letakkan pula) sumbatan di telinga mereka. Sekalipun kamu mengajak mereka pada jalan hidayah, mereka tetap saja tidak akan mendapat petunjuk selama-lamanya.” (QS: Al-Kahfi Ayat 57)

Menurut Ibnu ‘Asyur dalam al-Tahrir wat Tanwir, ayat ini ditujukan secara khusus untuk orang-orang musyrik Mekah. Orang musyrik Mekah itu selalu mendebat Nabi Muhammad dengan tujuan menjatuhkan, mengolok-olok peringatannya, dan enggan menerima kebenaran darinya. Bahkan mereka menyebut bahwa Nabi itu orang gila, tukang sihir, dan penyair pembual. Mereka itu orang yang paling zalim, karena membohongi hati nuraninya sendiri.

Orang-orang musyrik itu melupakan perbuatan maksiat yang sudah mereka lakukan. Pada umumnya, menurut Ibnu ‘Asyur, penggunaan redaksi ma qoddamat yadah ‘perbuatan yang telah dilakukan kedua tangannya’, dzalika bima qoddamat yadaka ‘hal itu sebab perbuatan yang telah dilakukan kedua tanganmu’, fabima kasabat aidikum ‘sebab perbuatan tangan kalian’ dan redaksi sejenisnya dalam bahasa Al-Qur’an itu mengindikasikan perbuatan buruk yang telah dilakukan.

Mungkin ada yang bertanya, pantas mereka terus enggan menerima kebenaran, wong Allah sendiri menutup hati dan menyumpal telinga mereka seperti dalam redaksi ayat Inna ja‘alna ‘ala qulubihim akinnatan ay yafqohuhu wa fi adzanihim waqro ‘Kami itu benar-benar telah meletakkan tutupan di atas hati mereka, (sehingga mereka tidak) memahaminya, dan (Kami letakkan pula) sumbatan di telinga mereka’? Syekh Mutawalli al-Sya‘rawi menjawab hal itu.

Menurutnya, Allah itu akan memberikan sesuatu sesuai kecenderungan dan keinginan hamba-Nya. Orang-orang musyrik Mekah enggan menerima kebaikan, dan terus menerus merasa angkuh, sehingga hati mereka cenderung mendekati hal-hal buruk tersebut. Oleh karena itu, Allah memberikan sesuai kecenderungan mereka, dan mereka tidak akan pernah mendapatkan hidayah kalau tidak mencarinya sendiri.

Lima Nasihat Amr bin Ash untuk Kebahagiaan Dunia dan Akhirat

Lima Nasihat Amr bin Ash untuk Kebahagiaan Dunia dan Akhirat

Lima Nasihat Amr bin Ash untuk Kebahagiaan Dunia dan Akhirat

Sahabat Amr bin Ash pernah mengabarkan tentang lima hal, yang apabila diamalkan dapat membuat kita bahagia di dunia dan akhirat, yaitu:

Isilah hari-harimu dengan dzikir

لَاإِلهَ إِلاَّ الله، مُحَمّدٌ رَسُوْلُ اللهِ

Laa ilaaha illallah, Muhammadur Rasulullah

Ada amalan ringan yang dapat menjadi wasilah seorang muslim masuk ke surga, salah satunya adalah berdzikir. Berbeda dengan puasa dan shalat yang pelaksanaannya dilakukan pada waktu-waktu tertentu, berdzikir tak terbatas waktu, dapat dilakukan kapan pun. Bahkan bisa diucapkan sambil melakukan pekerjaan lain, misalnya sambil menyapu, mengantri di pusat perbelanjaan, atau saat berkendara dan bermacet ria di perjalanan.

Laa ilaaha illallah, Muhammadur Rasulullah merupakan dzikir yang paling utama. Bahkan Rasulullah Saw bersabda:

“Barangsiapa yang akhir perkataannya (sebelum meninggal dunia) Laa ilaaha illallah maka ia akan masuk surga” (HR Abu Daud, Ahmad dan Baihaqi).

Tatkala ditimpa musibah ucapkan

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ وَلاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ العَلِيِّ العّظِيْمِ

Inna lillahi wa inna ilaihi raajiun wa Laa haula wa laa quwwata illa billahil ‘aliyyil adzhim

“Sesungguhnya kita milik Allah dan sesungguhnya kepada-Nya lah kita akan kembali, tidak ada daya dan upaya kecuali dengan (kekuatan) Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung”

Kalimat ini merupakan pengakuan atas keterbatasan diri. Sebab pada hakikatnya manusia tak memiliki apapun dan Allah dapat mengambil nikmat-Nya dari hambanya kapan saja.

Orang-orang yang bersabar ketika tertimpa musibah, juga mengucapkan innalillahi wa inna ilaihi raajiun, akan mendapat rahmat dan petunjuk dari Allah Swt:

الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ (156) أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ

(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. Al-Baqarah: 156-157)

Ketika diberi nikmat, ucapkan

الحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ

Alhamdulillahi rabbil ‘aalamin

Alhamdulillah merupakan ungkapan syukur seorang hamba kepada Allah. Dengan bersyukur, manusia diharapkan bisa menjauhi sifat sombong, sebab ia menyadari bahwa segala pencapaian yang didapatkannya merupakan pemberian Allah Swt.

Mulailah segala sesuatu dengan membaca

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

Bismillahirrahmanirrahim

Ketika hendak melakukan perbuatan yang baik dan positif, disunnahkan memulainya dengan bismillah. Rasulullah Saw bersabda:

كُلُّ أمْرٍ ذِي بالٍ لا يُبْدأُ فِيهِ بِبِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ فَهوَ أقْطَعُ

“Segala perkara baik yang tidak diawali dengan bismillahirrahmanirrahim, maka ia akan terpotong” (HR. Abdul Qodir ar-Rahawi)

Maksud terpotong adalah berkurang keberkahannya.

Tatkala berbuat dosa, maka bertaubatlah dan ucapkan

أَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْم وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

Astaghfirullahal adzhim wa atuubu ilaihi

Setiap manusia tentu tak luput dari dosa, baik yang dilakukan melalui lisan maupun perbuatan. Oleh karena itu, hendaknya memperbanyak taubat dan istigfar, sebab Nabi Saw yang telah dijamin masuk surga pun beristigfar setiap hari 100 kali. Rasulullah Saw bersabda:

Wahai manusia sekalian, bertaubatlah kepada Allah, karena sesungguhnya aku bertaubat (beristigfar) dalam sehari 100 kali. (HR Muslim)

Pasukan Zionis serang warga Palestina di perbatasan Gaza, 1 tewas, 2 cedera

JALUR GAZA (Arrahmah.com) – Seorang warga Palestina telah terbunuh oleh pasukan Zionis ‘Israel’ dan dua lainnya terluka ketika mereka berusaha mengambil jenazahnya di Jalur Gaza yang dikepung, menurut laporan media setempat.

Insiden itu terjadi di dekat pagar pemisah di timur Khan Younis, kantor berita resmi Palestina Wafa melaporkan pada hari Minggu (23/2/2020).

Sementara itu, militer ‘Israel’ mengklaim telah menembak mati seorang Palestina yang dicurigai menempatkan bom di dekat pagar.

Dalam sebuah pernyataan, tentara mengatakan “melihat dua “teroris” mendekati pagar keamanan di Jalur Gaza selatan dan menempatkan alat peledak yang berdekatan dengan itu”.

“Pasukan melepaskan tembakan ke arah mereka. Sebuah serangan diidentifikasi,” katanya.

Seorang juru bicara militer kemudian mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa buldozer milik tentara ‘Israel’ memindahkan mayat salah satu penyerang”.

Menurut Wafa, dua pria ditembak dan terluka di kaki ketika mereka mencoba untuk mengambil mayat pria yang telah dibunuh oleh militer ‘Israel’.

Sebuah video yang dibagikan secara luas di media sosial pada hari Minggu (23/2) nampak menunjukkan sebuah buldozer militer ‘Israel’ memindahkan mayat lelaki Palestina yang meninggal itu ke pagar pemisah.

Suara tembakan terdengar dan setidaknya satu orang tampaknya terluka. Sekelompok warga lain kemudian mengambil korban yang cedera itu.

Ashraf al-Qedra, juru bicara Kementerian Kesehatan di Gaza, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa dua warga Palestina dengan luka kaki tiba di Rumah Sakit Eropa di Gaza selatan pada hari Minggu pagi (23/2).

Mengomentari insiden itu, juru bicara Hamas Hazem Qassem mengatakan bahwa insiden ini mencerminkan pendudukan ‘Israel’ atas wilayah Palestina dan perlakuannya terhadap orang-orang Palestina.

“Ada ratusan kejahatan serupa yang belum didokumentasikan oleh kamera. Pendudukan ‘Israel’ melanjutkan kejahatannya tanpa ada pencegahan hukum atau etika,” katanya kepada Al Jazeera. (Althaf/arrahmah.com)